SARANA DAN PRASARANA
A.
Pengertian Sarana dan Prasarana
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam
mencapai maksud dan tujuan; alat. Prasarana adalah segala sesuatu yang
merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan,
proyek). Antara sarana dan prasarana tidak terlalu jauh berbeda, karena
keduanya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Untuk membedakannya,
sarana lebih ditujukan kepada benda-benda yang bergerak, sedangkan prasarana
lebih ditujukan untuk benda-benda yang tidak bergerak.
·
Jenis-jenis Sarana dan Prasarana Kantor
1.
Peralatan atau Perlengkapan Kantor (
Office Supplies )
Peralatan atau Perlengkapan kantor adalah alat atau
bahan yang digunakan untuk membantu pelaksanaan pekerjaan kantor sehingga
menghasilkan suatu pekerjaan yang diharapkan selesai lebih cepat , tepat, dan
baik. Peralatan dan Perlengkapan kantor dibagi 2 yaitu :
a. Peralatan atau perlengkapan kantor dilihat dari bentuknya dibagi
menjadi
§ Peralatan/Perlengkapan kantor berbentuk lembaran
Peralatan/perlengkapan kantor yang berbentuk
lembaran/helaian, yaitu kertas HVS, kertas folio bergaris, kertas karton,
kertas stensil, formulir, kertas berkop, plastik transparan, kertas karton,
kertas buffalo, amplop, dan map.
§ Peralatan/perlengkapan berbentuk nonlembaran
Peralatan/perlengkapan kantor yang bersifat nonlembar, yaitu
pulpen, pensil, spidol, penghapus, penggaris, rautan, gunting, pemotong kertas
( cutter ), pembuka surat ( letter opener ), pelubang kertas ( perforator ),
stapler, isi stapler ( staples ), baki surat, kalender, jepitan kertas, stempel
perusahaan, tempat pensil, kotak surat, kotak kartu nama, bantalan stempel,
pita mesin tik, tinta printer, pita perekat, tip-ex, keranjang sampah, lem,
jangka, dan lain-lainnya.
§ Peralatan/perlengkapan kantor berbentuk buku
·
Buku catatan (block
note) yaitu buku yang digunakan untuk menulis catatan harian
sekretaris..
·
Buku alamat relasi
yaitu buku yang berisi tentang daftar alamat dari berbagai macam organisasi
lain atau
relasi yang khususnya sering melakukan kerjasama.
relasi yang khususnya sering melakukan kerjasama.
·
Buku telepon yaitu buku
yang berisi daftar telepon dari berbagai organisasi yang menjadi relasi dan
nomor-nomor penting lainnya.
nomor-nomor penting lainnya.
·
Kamus (bahasa Indonesia
dan asing).
·
Buku tahunan yaitu buku
yang berisi tentang informasi perkembangan atau kemajuan perusahaan selama
setahun terakhir.
setahun terakhir.
·
Buku tamu yaitu buku
yang digunakan untuk mencatat tamu yang datang ke perusahaan.
·
Buku agenda surat yaitu
buku yang mencatat surat keluar masuknya surat setiap hari.
b.
Peralatan/perlengkapan kantor dilihat dari penggunaannya
§
Barang habis pakai adalah barang atau benda
kantor yang penggunaannya hanya satu atau beberapa kali pakai atau barang tidak
tahan lama. Contoh barang habis pakai yaitu : penghapus, pensil,
pulpen,spidol,kertas, stabilo dan lain sebagainya.
§
Barang tidak habis pakai adalah barang
atau benda kantor yang penggunaannya tahan lama.Contoh barang tidak habis pakai
atau tahan lama yaitu, gunting, penggaris, meja, kursi, lemari ,dan lain
sebagainya.
2.
Mesin-Mesin kantor ( office Machine )
Mesin-mesin kantor adalah alat yang digunakan untuk menghimpun, mencatat,
mengolah bahan-bahan keterangan dalam pekerjaan kantor yang bekerja secara
mekanik, elektrik, dan magnetik.Contohnya yaitu , mesin
foto kopi, mesin faximili, mesin scanner, mesin penghancur kertas dan lain
sebagainya.
3.
Mesin komunikasi kantor
Mesin komunikasi kantor adalah sarana kantor yang
digunakan untuk melakukan komunikasi baik di lingkungan organisasi sendiri
maupun ke luar organisasi.Contoh nya yaitu, mesin faximili, telephone, hand
phone, aiphone dan lain sebagainya.
4.
Perabotan kantor
( office Furniture )
Perabot kantor adalah benda-benda kantor yang terbuat dari
kayu atau besi untuk membantu pelaksanaan tugas pekerjaan kantor.Contohnya
yaitu, kursi, meja, rak dan lain sebagainya.
5.
Interior kantor ( office
arrangement )
Interior kantor adalah benda-benda kantor yang
digunakan untuk menambah suasana jadi menyenangkan sehingga memberi semangat
dan kenyamanan dalam menyelesaikan pekerjaan. Contohnya gambar presiden dan
wakil pesiden, gambar lambang negara, bendera, struktur organisasi, lukisan,
patung, vas bunga, tanaman hidup maupun buatan, jam dinding atau jam meja, dan AC/ kipas angin
6.
Tata ruang kantor ( office Lay Out )
Tata ruang kantor adalah pengaturan ruangan kantor serta pengaturan
penyusunan alat-alat dan perabotan kantor sesuai dengan luas lantai dan ruangan
kantor yang tersedia sehingga memberikan kepuasan dan kenyamanan kepada
karyawan dalam bekerja.
§
Bentuk-bentuk Tata Ruang Kantor
a. Ruang kantor terbuka (open plan offices) adalah ruangan
dimana semua kegiatan karyawan dilakukan bersama-sama dalam satu ruangan tanpa
dipisahkan oleh tembok atau penyekat kayu.
Ø Keuntungan tata ruang kantor terbuka yaitu :
§
Mudah merubah ruangan.
§
Mudah dalam
berkomunikasi dan berkoordinasi antarkaryawan.
§
Mudah dalam pengawasan.
§
Menghemat penggunaan
penerangan dan peralatan.
§
Memudahkan penempatan, penggunaan,
dan perawatan peralatan kerja.
§
Memperlancar arus
pekerjaan.
§
Cahaya mudah masuk dan
udara mudah beredar sehingga suasana jadi lebih segar.
Ø Kerugian tata ruang kantor terbuka yaitu :
§
Sulit melakukan
pekerjaan yang bersifat rahasia.
§
Kebisingan akan mudah
terjadi sehingga konsentrasi kerja terganggu.
§
Karyawan kurang leluasa
dalam hal yang menyangkut pribadi.
b. Ruang kantor tertutup (closed plan offices) adalah ruangan
kantor yang dipisahkan oleh tembok atau penyekat kayu.
Ø Keuntungan tata ruang kantor tertutup yaitu :
§
Pekerjaan yang sifatnya
rahasia dapat terjaga.
§
Pimpinan maupun
karyawan dapat bekerja lebih tenang karena terhindar dari kebisingan.
§
Karyawan lebih leluasa
dalam bekerja.
Ø Kerugian tata ruang kantor tertutup yaitu :
§ Pengawasan lebih sulit karena terhalang oleh penyekat.
§ Cahaya sulit masuk dan udara lebih sulit beredar sehingga suasana lebih
pengap.
§ Perubahan tempat lebih sulit dilakukan.
c. Ruang kantor berhias adalah ruangan untuk bekerja yang dihiasi oleh
taman,dekorasi, dan lainya.
Ø Keuntungan tata ruang kantor berhias
§ Para pegawai akan merasa nyaman dan betah bekerja
§ Ketegangan syaraf dapat berkurang atau dihindari
§ Kebisingan dan kegaduhan dapat berkurang atau dihindarkan
§ Produktivitas kerja dapat meningkat, pekerjaan dilaksanakan dengan efisien
sehingga tujuan organisasi mudah dicapai.
Ø Kekurangan tata ruang kantor berhias
§ Biaya cukup tinggi untuk mengadakan taman dan dekorasi
lainnya
§ Biaya pemeliharaan tinggi
§ Memerlukan tenaga ahli yang tidak mudah dan murah
v Faktor-faktor yang mempengaruhi tata ruang kantor antara lain :
1. Sistem Pencahayaan atau Penerangan
Jenis pencahayaan yang biasa digunakan dalam kantor dibagi menjadi 4,
yaitu :
§
Natural lighting adalah
pencahayaan yang berasal dari sinar matahari.
§
Task lighting (memerlukan
konsentrasi yang tinggi).
§
Ambient lighting adalah penggunaan
cahaya yang berasal dari penggunaan lampu-lampu yang berada di langit-langit
ruang kantor.
§
Accent lighting adalah
pencahayaan yang digunakan hanya di daerah tertentu saja.
Sistem pencahayaan atau penerangan ada 4, yaitu :
§
Penerangan direct dilakukan
dengan mengarahkan cahaya 90-100% langsung ke area kerja.
§
Penerangan semi
direct dilakukan dengan mengarahkan cahaya sekitar 60-90% ke bawah dan
sisanya
diarahkan ke atas, lalu dipantulkan kembali ke bawah.
diarahkan ke atas, lalu dipantulkan kembali ke bawah.
§
Penerangan indirect dilakukan
dengan mengarahkan cahaya sekitar 90-100% cahaya pertama diarahkan
ke atas, lalu menyebar dan memantul ke bawah ke area kerja.
ke atas, lalu menyebar dan memantul ke bawah ke area kerja.
§
Penerangan semi
indirect dilakukan dengan mengarahkan cahaya sekitar 60-90% diarahkan
ke atas, lalu
dipantulkan ke bawah dan sisanya juga diarahkan ke area kerja.
dipantulkan ke bawah dan sisanya juga diarahkan ke area kerja.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No. 1405 tahun 2002, pencahayaan
adalah jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja yang diperlukan untuk
melaksanakan kegiatan secara efektif.
2. Sistem Warna
d. Macam-macam warna ada 3, yaitu :
v Warna primer (warna pokok).
v Warna sekunder (warna yang dihasilkan dari campuran warna primer).
v Warna tersier (warna yang dihasilkan dari pencampuran warna primer dan
sekunder).
f.
Pertimbangan dalam
memilih warna ruang
g.
Keuntungan penggunaan
warna yang sesuai
ü Kantor lebih menarik dan menyenangkan.
ü Ruangan tidak terlalu silau akibat cahaya yang berlebihan.
ü Karyawan dapat bekerja lebih semangat, tenang, dan gembira.
ü Produktivitas kerja karyawan akan meningkat.
ü Karyawan merasa lebih lega dan rasa tertekan dapat berkurang.
ü Dapat meningkatkan citra yang baik bagi perusahaan.
3. Sistem Pengaturan Udara Ruangan
Suhu udara yang
disarankan untuk kondisi kerja dengan nyaman adalah 25,6° Celcius. Selain
udara yang panas, ruangan yang lembab dapat mempengaruhi prestasi kerja
karyawan.
§
Cara mengatasi udara
panas dan lembab yaitu :
- Ruang kantor menggunakan AC (air conditioner) yang dapat mengatur suhu udara ruang kerja secara otomatis.
- Membuat ventilasi (lubang udara) yang cukup.
- Memakai pakaian kerja yang sesuai dengan kondisi ruang.
§
Keuntungan pengaturan
udara ruangan yang tepat dan baik antara lain :
Ø
Karyawan lebih
nyaman dalam bekerja.
Ø
Semangat kerja karyawan
dapat meningkat.
Ø
Kesehatan karyawan
lebih terpelihara.
Ø
Produktivitas kerja
lebih meningkat.
Ø
Kualitas kerja menjadi
lebih baik.
Ø
Memberi kesan yang baik
kepada tamu.
4. Sistem Penataan Suara
§
Akibat yang ditimbulkan
dengan adanya kegaduhan dalam kantor antara lain :
§
Konsentrasi karyawan
terganggu.
§
Semangat kerja karyawan
menurun.
§
Dapat terjadi gangguan
mental atau saraf karyawan.
§
Karyawan tambah lelah.
§
Kesalahan kerja banyak
terjadi.
§
Produktivitas kerja
rendah.
§
Untuk mengatasi atau
mengurangi agar kebisingan tidak terlaluberpengaruh dapat dilakukan dengan :
o
Ruangan diberi penyadap
suara.
o
Di bawah mesin tik
diberi alas karet sehingga suara mesin tik dapat diredam.
o
Pengadaan printer diusahakan
yang tidak terlalu bersuara (laser).
o
Tempat pesawat telepon
diusahakan di tempat yang khusus.
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA
Tujuan pengelolaan
sarana dan prasarana kantor adalah agar semua kegiatan yang berhubungan dengan
perbekalan kantor baik yang bersifat administrasi maupun teknis operasional
dapat dijalankan dengan baik dan efisien.
Dalam mengelola sarana
dan prasarana kantor dilakukan dengan beberapa kegiatan antara lain :
1.
Pengadaan Sarana
dan Prasarana Kantor
Pengadaan sarana dan
prasarana kantor adalah semua kegiatan penyediaan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan tugas.
Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam menyusun perencanaan sarana dan prasarana kantor antara lain
:
§ Gunakan prosedur pengelolaan sarana dan prasarana.
§ Tentukan jenis, kualitas, dan kuantitas sarana dan prasarana yang
dibutuhkan.
§ Sesuaikan antara kebutuhan sarana dan prasarana dengan biaya yang tersedia.
§ Sedia dan gunakan sarana dan prasarana dalam kegiatan operasional.
§ Penyimpanan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
§ Kumpulkan dan kelola data sarana dan prasarana.
§ Penghapusan sarana dan prasarana sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Karena sarana dan
prasarana di kantor banyak macam dan ragamnya, maka perencanaan dapat dilakukan
sesuai dengan jenis dan spesifikasinya, yaitu :
o
Barang habis pakai,
perencanaannya dapat dilakukan sebagai berikut :
§
Menyusun daftar
perlengkapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan rencana kegiatan.
§
Menyusun perkiraan
biaya yang diperlukan untuk pengadaan barang tersebut setiap bulan.
§
Menyusun rencana
pengadaan barang menjadi rencana triwulan dan menjadi rencana tahunan.
o
Barang tidak habis
pakai, perencanaannya dapat dilakukan sebagai berikut :
§
Menyusun dan
menganalisa keperluan perlengkapan sesuai dengan rencana kegiatan serta
memperhatikan perlengkapan yang masih ada dan masih dapat dipakai.
§
Memperkirakan biaya
perlengkapan dengan memperhatikan standar yang telah ditentukan.
§
Menetapkan skala
prioritas menurut dana yang tersedia dan urgensi kebutuhan.
§
Menyusun rencana
pengadaan tahunan.
o
Barang tidak
bergerak meliputi :
o Tanah, perencanaannya dapat dilakukan sebagai berikut :
§
Menyusun rencana
pengadaan tanah yang lokasi dan luasnya disesuaikan dengan kebutuhan.
§
Mengadakan survei untuk
menentukan lokasi tanah yang baik dan sesuai dengan maksud dan memperhatikan
rencana tata kota.
§
Mengadakan survei
terhadap adanya sarana jalan, listrik, telepon, air, dan alat angkutan.
§
Mengadakan survei harga
tanah di lokasi yang telah ditentukan untuk bahan pengajuan rencana anggaran.
§
Mengadakan rencana
anggaran kepada satuan organisasi yang ditetapkan baik di daerah maupun di
pusat dengan melampirkan data yang disusun dari hasil survei.
o
Bangunan,
perencanaannya dapat dilakukan sebagai berikut :
§
Mengadakan survei
tentang keperluan bangunan untuk memperoleh data mengenai fungsi bangunan,
struktur organisasi yang akan digunakan, jumlah pemakai, jenis dan jumlah
perabot yang akan ditempatkan.
§
Mengadakan perhitungan
luas bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan disusun atas dasar data
survei.
§
Menyusun rencana
anggaran biaya yang disesuaikan dengan harga standar yang berlaku di daerah
yang bersangkutan.
§
Menyusun tahapan
rencana anggaran biaya yang disesuaikan dengan rencana tahapan pelaksanaan secara
teknis serta memperkirakan anggaran yang disediakan tiap tahun dengan
memperhatikan skala prioritas yang telah ditetapkan.
Langkah-langkah yang
dilakukan dalam pengadaan barang dan bahan kantor antara lain :
2. Penyimpanan Sarana dan Prasarana Kantor
Penyimpanan sarana
dan prasarana kantor adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas
gudang untuk menampung hasil pengadaan barang atau bahan kantor baik berasal
dari pembelian, instansi lain, atau diperoleh dari bantuan.
Tujuan penyimpanan
barang atau bahan kantor antara lain :
Þ
Agar barang tidak cepat
rusak.
Þ
Agar tidak terjadi kehilangan
barang.
Þ
Agar barang tersusun
rapi sehingga mudah ditemukan apabila barang tersebut dicari.
Þ
Memudahkan dalam
pengawasan.
Þ
Memudahkan dalam
analisis barang.
Hal-hal yang harus
diperhatikan sebelum penyimpanan barang atau bahan kantor dilakukan antara lain
:
Û
Persediaan alat-alat
pemeliharaan yang diperlukan.
Û
Pergudangan yang
memenuhi syarat yang ditentukan.
Û
Sifat barang yang
disimpan.
Û
Sarana penyimpanan dan
pemeliharaan.
Û
Prosedur dan tata
kerja.
Û
Biaya yang disediakan.
Û
Tenaga yang diperlukan.
Û
Jangka waktu
penyimpanan.
Cara penyimpanan barang
atau bahan kantor antara lain :
·
Barang disimpan
berdasarkan klasifikasi (jenis, berat, merk, dan satuan barang).
·
Barang disimpan dalam
keadaan bersih.
·
Barang disimpan dalam
ruangan yang cukup ventilasi.
·
Barang disimpan di
tempat yang memadai.
·
Barang disimpan rapi
dengan kode yang telah ditentukan agar mudah dicari.
·
Barang yang disimpan
harus terhindar dari sengatan matahari atau siraman air.
·
Barang disimpan di
ruangan yang dapat dikunci.
·
Barang yang disimpan
harus sudah dihitung dan dicatat dalam buku persediaan.
·
Barang yang biasanya
dikeluarkan lebih cepat sebaiknya diletakkan di bagian terdepan, sebaliknya
barang yang dikeluarkan lebih lama disimpan lebih dalam.
3. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor
Pemeliharaan sarana
dan prasarana kantor adalah kegiatan terus-menerus untuk mengusahakan agar
barang atau bahan kantor tetap dalam keadaan baik atau siap untuk dipakai.
Tujuan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor antara lain :
§
Agar barang tidak mudah
rusak karena hama atau suhu.
§
Agar barang tidak mudah
hilang.
§
Agar barang tidak
kadaluarsa.
§
Agar barang tidak mudah
susut.
§
Agar sarana dan
prasarana selalu dalam keadaan bersih.
Pemeliharaan sarana dan
prasarana kantor dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :
·
Pemeliharaan
berdasarkan waktu
o
Pemeliharaan
sehari-hari (dilakukan setiap hari).
o
Pemeliharaan berkala
(menurut jangka waktu tertentu).
·
Pemeliharaan
berdasarkan jenis barang
o
Pemeliharaan barang
bergerak (dilakukan setiap hari atau berkala).
o
Pemeliharaan barang
tidak bergerak (dilakukan setiap hari atau berkala).
4. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Kantor
Inventarisasi sarana
dan prasarana kantor adalah semua kegiatan dan usaha untuk memperoleh data yang
diperlukan mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki atau pencatatan terhadap
sarana dan prasarana.
Tujuan inventarisasi
sarana dan prasarana kantor antara lain :
ü Agar peralatan tidak mudah hilang.
ü Adanya bukti secara tertulis terhadap kegiatan pengelolaan barang sehingga
dapat dipertanggung jawabkan.
ü Memudahkan dalam pengecekan barang.
ü Memudahkan dalam pengawasan.
ü Memudahkan ketika mengadakan kegiatan mutasi atau penghapusan barang.
Untuk memudahkan
inventarisasi dibutuhkan buku pencatatan inventarisasi barang,
macam-macamnya yaitu :
§
Buku induk barang
inventaris adalah buku yang digunakan untuk mencatat semua barang inventaris
yang sudah atau pernah dimiliki oleh suatu kantor. Buku ini digunakan untuk
mencatat barang yang tidak habis pakai.
§
Buku golongan barang
inventaris adalah buku pembantu yang digunakan untuk mencatat barang-barang
inventaris menurut golongan yang ditentukan, masing-masing berdasarkan
klasifikasi kode barang yang telah ditentukan. Buku ini digunakan untuk
mencatat barang yang tidak habis pakai.
§
Buku catatan barang non
inventaris adalah buku yang digunakan untuk mencatat semua barang non
inventaris (barang yang belum diketahui statusnya) yang dimiliki oleh suatu
kantor. Buku ini digunakan untuk mencatat barang yang habis pakai.
5. Laporan Sarana dan Prasarana Kantor
Laporan sarana dan
prasarana kantor adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk melaporkan keadaan
sarana dan prasarana kantor, baik persediaan, mutasi, maupun keadaan fisik dari
sarana dan prasarana tersebut dalam periode waktu tertentu (triwulan, semester,
atau setahun).
Fungsi laporan sarana
dan prasarana kantor adalah :
o
Sebagai bahan
pertanggung jawaban.
o
Sebagai pengendali
persediaan.
o
Memberikan informasi
tentang barang yang tersedia dan mutasi barang.
o
Sebagai dasar atau
bahan dalam pengambilan keputusan pimpinan.
Dalam menyampaikan
laporan secara tertulis kepada pimpinan, sebaiknya dilampiri dengan beberapa
bukti atau catatan pendukung antara lain :
Ø Bukti penerimaan barang.
Ø Bukti pembelian barang.
Ø Bukti pengeluaran barang.
Ø Kartu barang.
Ø Kartu persediaan.
Ø Daftar inventaris.
Ø Daftar rekapitulasi barang inventaris
Teknik pembuatan
laporan disusun sebagai berikut :
o
Memeriksa barang.
o
Menghitung persediaan
barang awal tahun anggaran.
o
Menghitung penerimaan
dan pengadaan barang.
o
Menghitung pengeluaran
barang.
o
Menghitung sisa
persediaan.
o
Mencatat mutasi barang.
o
Melaporkan kepada
atasan atau pimpinan.
